Medan-
Seorang driver ojek online (ojol), Muhammad Rawi (46), menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang satpam di kawasan Medan, tepatnya di sebuah supermarket di Jalan Setia Budi, Minggu (12/4/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah menjalankan order pengantaran makanan menuju kawasan Jalan Rajawali, sekitar pukul 21.00 WIB.
Menurut keterangan korban, insiden bermula ketika ia melintas di depan pintu keluar supermarket. Saat itu, terdapat sebuah mobil yang hendak keluar dari area parkir, namun posisinya masih berada di dekat portal.
Korban mengaku sudah lebih dahulu berada di jalur keluar. Namun, seorang satpam yang bertugas justru memarahinya dan mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas.
“Saya sudah lewat duluan, tapi malah dimarahi,” ujar Rawi, Senin (13/4).
Situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok antara keduanya. Beberapa satpam lain disebut sempat mendatangi lokasi.
Namun, menurut pengakuan korban, salah satu satpam diduga melakukan tindakan fisik dengan memukul wajahnya saat ia masih berada di atas sepeda motor.
“Dia langsung memukul saya, lalu sempat memukul lagi di bagian hidung,” jelasnya.
Setelah kejadian tersebut, pelaku disebut langsung diamankan dan dibawa masuk ke dalam area basement supermarket oleh rekan-rekannya.
Merasa tidak terima, korban kemudian menghubungi komunitas ojol, yang dalam waktu singkat berdatangan ke lokasi hingga jumlahnya mencapai ratusan orang.
Kehadiran massa ojol sempat membuat situasi menjadi tegang, dengan tuntutan agar pihak pelaku dan manajemen memberikan pertanggungjawaban.
Rencana awalnya, kasus ini akan dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun, pihak manajemen supermarket kemudian turun tangan dan menyampaikan permintaan maaf.
Korban menyebut persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara damai setelah pelaku mengakui kesalahan dan meminta maaf.
“Akhirnya kami berdamai, pelaku juga sudah minta maaf,” tutup Rawi.



0 Komentar